Minggu, 21 Juli 2019





AKU Dan MIMPIKU

Aku Wulandari purnama dewi  biasa di panggil wulandari, aku dengan mimpiku ingi sekali menjadi satu,seorang penulis yang dapat memotifasi semua orang ,menjadi pedoman bagi kalanga dan ini ceritaku dan juga mimpiku.

Aku menulis, walaupun itu hanya karangan kecil dari situlan aku merasa ini tujuanku namun satu dua lembar tak pernah bisa terselesaikan dan akhirnya aku bisa menyelesaikannya walau tak sebagus cerpen seorang penulis sungguhan namun aku bersyukur memiliki teman yang selalu bisa memberiku referensi  tentang tulisanku “yank”itu sebutanku untuknya sebenarnya namanya hayadi namun dia lebih akrap di panggil giant,mungkin karena tubuhnya besar dan suka makan,hehheheheh.

Suatu hari aku duduk santai dengan netbook di atas meja sambi menulis,

“yank.......”(suara keras memangilku dari kejauhan)

“iya yank kenapa”(aku terkaget dan langsung menyapanya)

“kmu lagi apa yank...?asik banget dududk sendirian,tar kesambet lo”

“aku lgi nulis yank...,gak mungkin kesambetlah kan ada kmu,mana mungkin berani setannya deket-deket”

Hahahhahhahhahahhahahhahh

“iya deh badan aku besar, tpi gak segitunya juga kli”

“iya,iya,iya maaf kan Cuma bercanda,hmmmmmmmm”

Di situ Kami berbincang banyak saling bertukar pikiran tentang cerpen yang aku buat,tak terasa waktu jam pulang telah tiba,kmi memutuskan untuk pulang bersama aku dan hayadi berpisah di persimpangan jalan,sesampainya di rumah ,sesuatu yang tak ku sangka terjadi yang awalnya ayah mendukungku sebagai penulis saat ini marah dengan banyaknya koleksi cerpen di meja belajarku.

“kmu itu seharusnya belajar yang rajin bukanya menulis baca buku kanyak gini...?enang klo kmu baca buku kanyak gini bisa membuat kmu lulus sekolah bisa membuat kmu pintar matematika ataupun kimia”

Aku hanya bisa terdiam , di sisi lain aku ta ingin membuat masalah tapi sisi lain ini impianku cita-citaku di situ aku mulai berfikir keras.....

Dan akhirnya aku memutuskan untuk untuk mengubur dlu mimpku demi kebahagiaan orang tua sambil membuktikan pemikirannya slah,aku mulai menyumbangkan buku-buku yang aku koleksi  ke taman baca yang di dirikan organisasiku,aku mulai memutar balikkan otak agar aku bisa membagi waktu untuk belajar dan menulis.ternyata usahaku tak sia-sia saat kelulusan tiba aku mendapat nilai yang baik dan masuk kuliah dengan biaya siswa di sisi lain juga aku mulai merilis buku pertmaku,ini saatnya aku membuktikan bahwa menjadi penulis bukan hal yang tak berguna.

Di cerita ini aku masih dengan sahabatku hayadi kami mendapat biaya siswa di bidang sastra,begitu bahagianya aku saat ayah mengijinkan aku menggeluti sastra,ayah pernah bilang

“geluti yang kmu sukai mungkin itu jaln suksesmu, maaf ayah pernah melarangmu”

Aku langsung memeluk ayahku “thank you dad,love you so much”

“aku akan membuat kalian bangga terhadapku,aku tak akan menyia-nyiakan kepercayaan kalian”

Bagiku restu orang tua sangatlah berharga dan ini waktunya aku banggakan orang tua dengan tulisanku mimpi yang aku dambakan harus ku capai .

Hari -hariku bersama pacar terbaikku yaitu netbook kesayanganku dan tentunya bersama sahabatku walau kita sma-sama masuk sastra kita beda fakultas yank sastra inggris dan akun sastra indonesia.

Waktupun berlalu 1 tahun sudah aku di tanah rantau,inilah kebahagian terbesarkun usahaku selamanya ini akhirnya membuahkan hasil jatuh bangun ku,penolakan media akan bukuku yang harus aku rombak berulang kali akhinya rilis,buku yang menjadi motivasi magi remaja masa kini.

Jika kita punya mimpi harus di capai walau masalh yang membuat kita mengubur dalam2 mimpi, mari gali kembali setelah preoritas telah  kau gapai.